Animasi Efek Kembang Api

Minggu, 08 Juni 2014

Total Physical Response and Story Telling by Tri Astuti

Saya dapat menyimpulkan dari penampilan Tri Astuti, TPR atau TPR Total Physical Response sebagai salah satu teknik penyajian dalam pengajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa asing, baik itu bahasa Inggris, Jepang, Perancis, dan lain-lain. Metode TPR ini sangat mudah dan ringan dalam segi penggunaan bahasa dan juga mengandung unsur gerakan permainan sehingga dapat menghilangkan stress pada peserta didik karena masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajarannya terutama pada saat mempelajari bahasa asing, dan juga dapat menciptakan suasana hati yang positif pada peserta didik yang dapat memfasilitasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pelajaran tersebut. Makna atau arti dari bahasa sasaran dipelajari selama melakukan aksi. Guru atau instruktur memiliki peran aktif dan langsung dalam menerapkan metode TPR ini.

Story Telling atau bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam menyajikan sebuah cerita kepada orang lain dengan atau tanpa alat, yang bertujuan menyampaikan pesan atau informasi yang bersifat mendidik. Bercerita pada anak usia dini bertujuan agar anak didik mampu mendengar dengan seksama terhadap apa yang disampaikan oleh orang lain, ia dapat bertanya apabila tidak memahaminya, selanjutnya ia dapat mengekspresikan terhadap apa yang dicertakan, sehingga hikmah dari isi cerita dapat dipahami dan lambat laun dilaksanakan.

Penampilan dari Tri Astuti sangat baik,,dia menjelaskan sangat baik dan terinci, dia juga memberikan simulasi melalui gerakan yang membuat suasana menjadi ceria...


Sabtu, 07 Juni 2014

Project Based Learning by Wirdayani

Saya dapat menyimpulkan PBL adalah pemanfaatan proyek dalam proses belajar mengajar, dengan tujuan memperdalam pembelajaran, di mana siswa menggunakan pertanyaan-pertanyaan investigatif dan juga teknologi yang relevan dengan hidup mereka. Proyek-proyek ini juga berfungsi sebagai bahan menguji dan menilai kompetensi siswa pada mata pelajaran tertentu, bukan dengan menggunakan ujian tertulis konvensional.




Karakteristik didalam metode ini yaitu; 
  • Siswa mengambil keputusan sendiri dalam kerangka kerja yang telah ditentukan bersama sebelumnya.
  • Siswa berusaha memecahkan sebuah masalah atau tantangan yang tidak memiliki satu jawaban pasti.
  • Siswa ikut merancang proses yang akan ditempuh dalam mencari solusi.
  • Siswa didorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta mencoba berbagai macam bentuk komunikasi.
  • Siswa bertanggung jawab mencari dan mengelola sendiri informasi yang mereka kumpulkan.
  • Pakar-pakar dalam bidang yang berkaitan dengan proyek yang dijalankan sering diundang menjadi guru tamu dalam sesi-sesi tertentu untuk memberi pencerahan bagi siswa.
  • Evaluasi dilakukan secara terus menerus selama proyek berlangsung.
  • Siswa secara reguler merefleksikan dan merenungi apa yang telah mereka lakukan, baik proses maupun hasilnya.
  • Produk akhir dari proyek (belum tentu berupa material, tapi bisa berupa presentasi, drama, dll) dipresentasikan di depan umum (maksudnya, tidak hanya pada gurunya, namun bisa juga pada dewan guru, orang tua, dll) dan dievaluasi kualitasnya.
  • Di dalam kelas dikembangkan suasana penuh toleransi terhadap kesalahan dan perubahan, serta mendorong bermunculannya umpan balik serta revisi.
Penyampaian dari  pemateri sangat baik dan jelas.....!

Multiple Intelingence by laras Aprillia



Metode ini juga menekanakan kepada peningkatan penilaian kecerdasan profil siswa dan kegiatan perancangan, setiap kecerdasan menempati are yang berbeda didalam otak manusia. Ada bebrapa jenis kegiatan didalam aktifitas belajar, yaitu; personal work center, working together center, music center, art center, building center, reading center, math and science center. Ada 4 faktor dalam pembaruan pendidikan, yaitu; assessment, curriculum, teacher education and community participation.
Teori Multiple Intelingence adalah metode yang memanfaatkan aspek kognitif dan pengembangan psikologis, antropologi dan sosiologi dalam menjelaskan kecerdasan manusia. Ada 8 kriteria menurut Gardner dalam mengidentifikasikan kecerdasan manusia, yaitu; kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. 

Penjelasan dari pemateri sangat sulit dimengerti, bahasa yang beliau gunakan sangat sulit untuk dipahami, telalu berbelit-belit, tidak langsung pada sasaran. Saya yakin saudari Laras bisa memperbaiki nya, dengan menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan penyampaian nya sangat mudah untuk dipahami.

Task Based instruction by Eva Ratna Sari and The Grammar Translation Method by Nurisma



Task Based Instruction merupakan salah satu metode pengajaran, berbeda dengan metode yang lebih tradisional lainnya metode ini khusus untuk pengajaran bahasa dalam menjalankan tugas struktur dan kosa kata tertentu. Ada beberapa keuntungan pada metode ini yaitu, sesuai atau cocok, bisa digunakan sebagai bahan materi didalam belajar karna sangat baik untuk belajar bahasa, metode ini juga bisa dikombinasi dengan metode traditional lainnya. Sedangkan kelemahanya yaitu, 
Membutuhkan tingkat kreatif dan inisiatif yang tinggi, kurang nya motivasi dan komitmen para siswa terhapa pelajaran, siswa tidak merasakan kenyamanan ketika belajar diluar ruangan, kurangnya interaksi antar guru dan siswa. Jadi apabila kita sebagai guru menerapkan metode ini, kita harus menekankan kepada siswa kita untuk selalu membawa buku pelajaran karna buku pelajaranmeruapakan aspek yang paling penting dalam proses belajar itu sendiri.
Penjelasan nya kurang menarik, beberapa bahasa nya sulit dipahami, pemateri menjelaskan nya kurang semanagat sehingga kami tidak terlalu mengerti.  Tetapi secara keseluruhan cukup baik.




Kesimpulan dari penjelasan Nurisma yaitu, The Grammar Translation Method, metode yang awalnya digunakan untuk mengajarkan bahasa 'mati' (dan sastra) seperti bahasa Latin dan Yunani. Karakteristik dari metode ini adalah fokus pada belajar aturan tata bahasa dan penerapannya dalam teks terjemahan dari satu bahasa ke yang lain. Siswa belajar aturan-aturan tata bahasa dan kemudian menerapkan aturan-aturan dengan menerjemahkan kalimat antara bahasa sumber dan bahasa ibu mereka. Kekurangan metode ini, metode ini memberikan siswa ide yang salah dari bahasa apa dan dari hubungan antara bahasa tersebut, menganggap bahasa yang hanya diperoleh melalui keterampilan penerjemahan, dan ini dengan mengorbankan keterampilan lisan, standar penerjemahan rendah. Metode ini lebih menekankan kepada Grammar dan Translation yang mengacu pada ke 4 skills ( reading, writing, speaking and listening).

Penyampaian dari pemateri cukup baik, hanya perlu meningkatkan sedikit tata bahasa yang lebih baik lagi agar audience lebih mudah mengerti.

Suggestopedia by Anisah

Dari presentasi saudari Anisah saya dapat menyimpulkan bahwa metode Suggestopedia adalah sebuah metode yang menekankan kepada musik dan ritme lagu sebagai media didalam proses pembelajran. Metode ini diperkenalkan pada tahun 1975 di Bulgaria oleh sekelompok peminat bahasa di Institut Penelitian Pembelajaran mengenai bahasa asing. Metode ini mengajak siswa untuk lebih santai dalam belajar, tetapi tujuan yang diinginkan tetap tercapai, dengan menggunakan musik sebagai media nya, siwa akan semakin mudah menyerap informasi yang disampaikan oleh guru. Tujuan dari metode ini yaitu, siswa diajak lebih aktif dan bersemangat ketika proses belajar mengajar itu dimulai, jadi metode ini sangat baik dan menarik untuk diterapkan pada pendidikan tingkat SD dan SMP. Terlebih apabila guru mampu menyajikan musik klasik disaat proses belajar akan dimulai, maka peserta didik akan lebih rilek dan mudah menangkap isi informasi yang disampaikan, karena menurut penelitian, musik klasik bisa meningkatkan kerja otak menjadi lebih aktif pada saat akan belajar.

Penjelasan dari pemateri sangat sulit untuk dipahami, padahal metode yang ia sampaikan ialah metode yang mengharuskan guru aktif, tapi ia menjelaskan nya kurang besemangat, mungkin karena kondisi gigi beliau yang saat itu sedang sakit, jadi kami bisa memaklumi. Pesan untuk pemateri, tolong kuasai bahan ketika akan presentasi dan jangan ragu untuk menjelaskan, karna kami butuh penjelasan yang baik dan mudah dipahami. Terima Kasih..